WHAT'S NEW?
Loading...

Rawa Danau, Jelajah Rawa Di Tanah Serang

Pernah terpikir untuk menghabiskan waktu liburan untuk menjelajah sebuah rawa? Rawa merupakan sebutan untuk semua daerah yang tergenang air, yang penggenangannya dapat bersifat musiman ataupun permanen dan ditumbuhi oleh tumbuhan (vegetasi). Selain memiliki keanekaragaman hayati, tentunya rawa juga menjadi semakin kaya karena menjadi tempat hidup (habitat) berbagai jenis fauna.




Berdasarkan jenisnya, rawa terbagi menjadi 3 jenis yaitu hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, dan rawa tanpa hutan. Rawa air tawar memiliki permukaan tanah yang kaya akan mineral, dan biasanya ditumbuhi hutan lebat. Sedangkan rawa gambut terbentuk dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang proses penguraiannya sangat lambat, sehingga rawa gambut memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi. Dan Rawa tanpa hutan merupakan bagian dari rawa hutan (air tawar), namun bagian ini hanya ditumbuhi tumbuhan kecil seperti enceng gondok.

Dilihat dari fungsinya, rawa merupakan sumber cadangan air yang akan menyerap kelebihan air dari daerah sekitarnya dan akan mengeluarkan air jika daerah di sekitarnya kering. Rawa juga dapat mencegah terjadinya banjir, intrusi air laut ke dalam air tanah dan sungai. Dan jika hutan rawa sampai punah tentu saja akan terjadi ketidak seimbangan alam yang dapat mengakibatkan kekeringan, intrusi air laut lebih jauh ke daratan, banjir, hilangnya flora dan fauna di dalamnya, dan berkurangnya sumber mata pencaharian penduduk di sekitarnya.

Pada 26 Januari 2013 lalu, beberapa teman dari Backpacker Koprol berkesempatan mengekplore satu-satunya hutan rawa air tawar di pulau Jawa. Adalah rawa danau yang terletak di kabupaten Serang, tepatnya 15 km di sebelah barat kota Serang dan berjarak sekitar 130 km dari kota Jakarta. Hutan rawa air tawar ini terbentang dengan panjang sekitar 10 km.

Rawa danau ini merupakan cagar alam di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan GB tanggal 16 November 1921 No. 60 Stbl. 683. dan diperkuat dengan Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung dan Perda Kabupaten Serang No. 2 Tahun 1994 tentang Pola Dasar Kabupaten Serang yang menetapkan Rawa Danau sebagai Cagar Alam.

Rawa danau ini merupakan sumber air baku utama yang memasok air ke wilayah kota Cilegon dan kawasan industri di kota Cilegon. Namun sayangnya berdasarkan berita yang saya baca di suaramanado.com, rawa danau ini masuk dalam daftar 15 rawa dengan kondisi kritis yang ada di Indonesia. Sehingga saat konferensi, disepakati untuk menjadikan danau-danau yang berada dalam kondisi kritis terbeut sebagai danau prioritas periode 2010–2014, untuk dilakukan upaya rehabilitasi.

Masalah terbesar yang dihadapi oleh Rawa Danau saat ini adalah semakin meluas dan menyebarnya tumbuhan enceng gondok. Enceng gondok yang mati akan membusuk dan akan mengendap kedasar danau sehingga menyebabkan pendangkalan danau dan pada akhirnya menyebabkan volume air dalam danau menjadi berkurang.

Selai itu, berdasarkan penuturan petugas BKSDA yang kebetulan bertemu dengan saya di kawasan Cagar Alam Carita pada tanggal 27 Januari 2013, masalah lain yang dihadapi oleh Rawa Danau adalah aktifitas warga sekitar yang menjadikan rawa sebagai sumber mata pencaharian, yaitu dengan menjadikan sebagian kawasan rawa danau sebagai media menanam padi (sawah). Hal ini menjadi hal yang tentunya perlu menjadi sorotan bagi kita. Karena fungsi dari rawa yang beralih. Dalam kurun waktu panjang, hal yang terjadi adalah dampak yang kurang baik bagi lingkungan dan banyak pihak.

Bagi mereka yang ingin mencoba nuansa baru dalam liburannya, berpetualang dengan menggunakan sampan dan modal otot tangan untuk mengayuh dayung demi bergerak maju mengelilingi rawa dan mencari spot unik untuk membidik aneka ragam satwa dan tumbuhan yang ada dengan kamera di tangan, Rawa Danau bisa menjadi satu pilihan liburan tersendiri di wilayah Banten. Harapannya juga, kita jadi lebih mengenal dan peduli terhadap kelestarian hutan rawa yang ada, minimal dari yang terdekat, dari yang ada di sekitar kita.


Yuk,  mulai sekarang, kita mulai peduli dengan apa yang ada di sekitar kita!

0 komentar:

Posting Komentar