WHAT'S NEW?
Loading...

PeDeKaTe ala Backpacker


Tulisan gw kali ini terinspirasi oleh retweet dari twitter temen saya @iqbalkibil:

Well, in my opinion, mau cowok atau cewek, kalau sama sobatnya, pasti sifat aslinya keluar. Mungkin karena ini tweet dari @FaktaCowok, jadi yang disorot cowok doang (kagak tahu juga isinya kayak gimana, gw sih gak follow, gw lebih pengen follow @FaktaKamu :3 #eaaa sepik sisipan!). Tapi tulisan yang mau gw tulis ini bukan mau bahas mengenai gimana caranya ngeliat apakah sifat aseli seorang cowok itu kayak domba lucu yang imut atau serigala mesum mata keranjang. Di sini gw mau share, gimana caranya lu bisa mengenal seseorang lebih dekat dan liat sifat aslinya pake cara backpacker. Jalan-jalan dapet. Kenal sifat seseorang dalam waktu dekat. Kalau cocok di PDKT in. Sapa tahu jodoh, HA HA!

First thing first, lo harus tahu rumus dasar buat ngelakuin semua itu. Dan sebenarnya apa yang gw jabarin ini simple banget, yakin deh lo semua udah pada tahu. Tapi buat yang gak tahu, mungkin reaksi pertama liat rumus yang gw tulis ini bakalan cengo, antara percaya dan gak percaya, “Hahaha, masa sih?” atau “Eh, ciyusss, gini doankk??” kemudian garuk-garuk kepala, padahal lo tahu gak ada rasa gatel yang mengigit di kepala lo, muehehee. Gak usah bingung lebih jauh, coba aja lo baca dan nikmatin dulu formula non fisika ini, "3 sehat(i) 4 sempurna"


1. Jalan Bareng


Yes. Jalan bareng. Hal klasik yang juga dilakuin para mereka pelaku pacaran dengan sebutan “nge-date”. Buat para backpacker, kebersamaan dalam waktu yang tidak sebentar bakal memaksa kita untuk mengobrol (men, kebayang lo ngelakuin trip tanpa komunikasi? Mati gayaaa yang adaa!!), biarpun lo tadinya gak tahu mau ngobrol apa. Dari kikuk malu-malu bertukar sapa dan nama, coba tanya asal, cerita perjalanan, sampai akhirnya tanya status temen jalan lu single atau taken #eh!? Ngobrol kayak gitu akan buat lo dekat sama orang asing itu. Pengalaman gw ketemu orang yang satu perjalanan pulang di bus arah Merak, bisa bikin kita temenan sampai sekarang, dan bahkan sampai melancong bareng di Kota Serang!

2. Makan Bareng

 
Kalau lo udah laluin jalan bareng, sekarang giliran makan bareng. Biasanya dari momen ini, intensitas kedekatan lo dengan orang tersebut bakal lebih dekat. Selalu ada hal-hal lucu yang bisa muncul di meja makan kafetaria, atau bahkan di dekat kompor portable yang dipasang ketika camping. Lebih rame kalau lo makan rame-rame satu nampan. Bukan cuma obrolan dan sifat seseorang yang bisa lo dapet di sini, tapi kelebihan-kelebihan yang gak lo sangka juga bisa lo liat dari teman-teman baru lo! Kayak yang pernah gw alamin, gak pernah nyangka kalau temen jalan gw yang pendiam ternyata punya bakat untuk jejerin nasi di atas daun pisang yang melingkar dengan cepat dan rapi! Atau orang yang keliatan ramai kalau ngobrol ternyata ketika makan bisa berubah drastis, menjadi diam, khusyuk dan tidak meninggalkan sisa makanannya sedikitpun!

3. Tidur Bareng
 

Okeh. Hal yang pertama yang perlu lo ketahui semua adalah, rekomendasi tidur bareng di sini buat mereka yang sama gendernya. Beda gender bukan suami istri, please don’t do it, kecuali lo tidur di waktu yang sama, tapi di tempat yang berbeda yes. Karena gw gak berani jamin temen jalan cowok yang lo bawa gak macem-macem ketika lo tidur. Kalau dia ternyata tidurnya motah, gak bisa diem dan accidentally peluk lo, gimana? Entah itu Nightmare atau Sweet Dream?? Kalau lo gak ada masalah, yaaa, gw sih gak bisa ngomong apa-apa lagi. Gw mau mendadak tidur gak bisa diem ajaah~ :3 *kemudian ditimpuk sleeping bag berjamaah. Momen ketika lo tidur bareng itu adalah satu momen yang mendekatkan hubungan. Apalagi kalau udah memasuki Waktu Indonesia bagian Galau, tanpa perlu disentil kenceng-kenceng, beberapa orang yang aslinya tadi pagi baru lo kenal, bisa jadi sharing pengalaman cintanya yang pahit dan berujung kandas di persimpangan jalan. 

Mungkin di dalam tenda sempit itu muka kita tidak saling bertatapan, hanya kegelapan langit-langit tenda yang kita lihat atau bahkan hitam pekat karena mata yang tertutup. Namun mulut yang berbicara di dalam kesunyian malam akan membuat telinga kita lebih peka untuk mendengarkan setiap kata yang terucap.

......

Apabila kita menambahkan satu komponen lagi ke dalam formula tersebut, maka sempurnalah tulisan ini, ihiyy! Satu komponen pelengkap terakhir adalah:

RASA LELAH


Kondisi capek akan membuat seseorang menunjukkan sifat aslinya. Perjalanan panjang seperti mendaki gunung sambil membawa ransel punggung yang bisa dibilang tidak ringan, akan memberikan akumulasi rasa lelah pada mental dan fisik seseorang. Ketika seseorang pada level tersebut, sifat aslinya akan muncul ke permukaan. Yang manja akan terlihat ngedumel, yang cuek acuh tak acuh, yang egois jalan duluan gak peduli temen, sampai yang omong doang pun keliatan. Tapi tenang aja, gak hanya sifat jelek yang keluar kok, banyak sifat manis dan baik dari seseorang pun akan muncul, apalagi kalau jalan bareng sama bidadari dunia, kayak kamu :3 (#eaaa, sepikan sisipan lagi!). Bawain ransel atau perlengkapan berat camping, ngasih tahu ini itu mulai dari tips dan trik sampai wawasan lingkungan yang didatangi, atau masakin kamu steak wagyu di ketinggian 2000 mdpl (sumpah, yang ini mah lo bukan bawa temen buat jalan, tapi bawa koki!)

Maka dari itu, biasanya setelah melalui perjalanan panjang, gw biasanya evaluasi diri, “Gw kemaren tuh orangnya kayak gimana sih waktu jalan? Nyebelin gak yah??” Setelah gw mendapati jawaban dari diri gw, hal selanjutnya yang gw lakuin adalah melakukan konfirmasi kepada teman-teman perjalanan, “Eh, kemaren gw waktu di gunung kayak gimana sih?” Jangan pede semua temen lo bakal ngasih jawaban yang blak-blakan atau enak didengar di telinga. Pasti ada rasa sungkan dan tidak enak hati untuk mengungkapkan kebenaran. Tapi perlu diketahui, harapannya di sini adalah supaya kita mengenal diri lebih dalam dan mengurangi/menekan sifat buruk yang mengganggu.

Oke, semua rumus yang udah gw jabarin di atas bakalan lo temuin semua dalam satu paket kombo backpacker. Perjalanan bersama bakal memaksa ketiga komponen itu muncul. Mau gak mau, lo bakal punya kesempatan untuk kenal temen-temen jalan lo lebih dekat. Perlahan tapi pasti, sifat asli mereka satu per satu akan keluar, tidak semua, tapi bisa memberikan sedikit gambaran lebih.
Dari pengalaman yang gw alamin, formula 3 sehat(i) 4 sempurna ini juga yang pada akhirnya membuat gw tak sekedar kenal orang baru, tapi juga mengenal pribadi teman perjalanan gw dalam waktu yang cepat. Semoga sedikit informasi ini bisa memberikan manfaat yang sama buat lo semua ketika berpetualang. Sehingga gak cuma jalan-jalan yang lo dapetin, tapi juga teman perjalanan, syukur-syukur dapet jodoh!

Ayee, Thank you for reading and hope you enjoy it!

0 komentar:

Posting Komentar