WHAT'S NEW?
Loading...

Trekking Krakatau


Sabtu malam Minggu, 1 Desember 2012, hari pertama trip Meraba Komplek Gunung Anak Krakatau. Rasa lelah melanda setelah seharian penuh mengekplorasi pulau Sebuku Kecil dan Sebuku Besar, pulau Cemara, serta pulau Umang-umang. Waktunya yang tepat untuk tidur setelah menempelkan beberapa koyo panas di beberapa bagian kaki yang terasa pegal-pegal.


Alarm berbunyi tepat pukul 3 pagi, saya dan teman-teman peserta trip langsung bersiap untuk trekking ke gunung Anak Krakatau. Setelah semua peserta berkumpul di pendopo di pinggir pantai pulau Sebesi, pukul 3 lewat 30 menit kami langsung berjalan ke dermaga dan naik ke atas kapal untuk menuju gunung Anak Krakatau  yang  mewmbuat  hati  saya  dan  peserta lain
begitu penasaran dengan legenda letusan maha dahsyat tahun 1883 silam. Kali ini semua peserta harus masuk kedalam kabin kapal dan tidak ada yang boleh duduk dia atas dak karena hari masih gelap dan menghindari hal yang tidak diinginkan. Saya langsung mencari posisi untuk melanjutkan tidur demi membunuh waktu selama 2 jam dari pulau Sebesi menuju gunung Anak Krakatau.

Tiba-tiba suara gaduh langkah kaki diatas kapal kayu membangunkan saya, ternyata teman-teman sedang bergerak menuju dak kapal. Cahaya matahari pagi mulai masuk kabin melalui jendela. Saya juga tak mau ketinggalan, ingin menikmati langit pagi dengan sunrise yang ternyata malu-malu di balik awan mendung. Pemandangan langit di sebelah kiri kapal terlihat biru, bulan kesiangan masih terlihat dan belum tenggelam. Lalu saya lihat teman-teman bergerombol melihat ke arah sejurus dengan laju kapal. Wah, ternyata mereka sedang terpesona melihat gunung pasir berwarna hitam di depan sana. Saya langsung mengambil gambar gunung Anak Krakatau tersebut dengan kamera saku saya yang setia.

Begitu sampai di pulau gunung Anak Krakatau, saya disambut dengan pantai dengan pasir berwarna hitam dan sebuah tugu bertuliskan "Selamat Datang di Cagar Alam Krakatau". Perjalanan dilanjutkan menuju ketinggian patok ke-7 di badan Anak Krakatau. Di daratan rendah dipenuhi pohon-pohon pinus, suasana begitu sejuk dan hijau. Tidak lama kemudian, trek mulai menanjak. Tidak ada lagi pohon-pohon, hanya pasir dan bebatuan berwarna hitam.

Lelah setelah berjalan menanjak, baju di badan basah oleh keringat. Tapi pemandangan dari ketinggian sungguh membayar lunas semua rasa lelah. Pemandangan laut lepas selat Sunda begitu mengagumkan. Matahari pagi dengan cahayanya yang jatuh di permukaan laut menjelma semburat keemasan. Indah sekali. Ditambah pemandangan gugusan pulau yang mengitari gunung Anak Krakatau, yaitu pulau Rakata, pulau Panjang dan pulau Sertung.

Pemandangan lain yaitu badan gunung Anak Krakatau yang lebih tinggi dari tempat saya berdiri. Memperlihatkan tanda-tanda bahwa gunung tersebut masih aktif. Asap kawah mengepul di banyak bagian. Seluruh peserta hanya boleh mendaki sampai patok tanda ketinggian ke-7. Tidak boleh lebih karena terlalu berbahawa dengan adanya kawah-kawah aktif tersebut. Saya membayangkan, beberapa ratus tahun lagi saat gunung Anak Krakatau sudah benar-benar besar dan tinggi. Saya pasti sudah tidak hidup lagi di dunia. Beberapa ratus tahun lagi, saat dimana gunung Anak Krakatau diprediksikan akan meledak dahsyat seperti dahulu.
 
Tak banyak hal bisa dilakukan memang, selain berfoto dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa. Tetapi rasa syukur dan puji kepada pencipta itu menjadikan pengalaman trekking ke gunung Anak Krakatau ini menjadi lebih luar biasa dan meninggalkan bekas mendalam di hati. Banyak hikmah yang dapat dipetik. Seharusnya memang, setiap perjalanan yang dilalui bisa membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.
 
Tak terasa, perut mulai bersuara seperti okestra. Yup! pertanda lapar menghampiri. Peluit ditiup oleh tour guide dan seluruh peserta bergegas turun untuk sarapan. Nasi uduk dengan lauk telur dan sambal tempe segera diserbu, suasana makan begitu bersahabat di pinggir pantai. Sampah bekas sarapan dibuang pada tempatnya, lalu semua bergegas kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan ke pulau Lagoon Cabe untuk snorkeling.
 
 

0 komentar:

Posting Komentar