WHAT'S NEW?
Loading...

Koprol ke Banten Lama, Rumah Dunia, dan Seafood Bu Entin

Minggu, 4 November 2012
Meriam peninggalan penjajah Belanda
Admin Backpacker Koprol akhirnya menjelajah kawasan situs sejarah Banten Lama, setelah merencanakan untuk bisa berkumpul bersama semenjak satu bulan sebelumnya. Pertemuan yang rencana semula hanya 4 orang yang nama dan profilnya tertulis di halaman 'Profile Admin'. Akan tetapi pada akhirnya satu minggu sebelum hari yang telah ditentukan untuk berkumpul, satu orang lagi bergabung dalam rencana pertemuan ini, yaitu Abdul Aziz. Aziz adalah seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan informatika yang berdasarkan kesepakatan admin Backpacker Koprol didaulat sebagai orang yang akan bertanggung jawab dalam project website Backpacker Koprol.

Kemudian pada hari Minggu, satu orang lagi bergabung dengan Backpacker koprol sebagai orang-orang yang rela menceburkan dirinya dalam kesibukan kegiatan-kegiatan yang akan diadakan oleh Backpacker Koprol. Seorang laki-laki yang sudah tidak asing bagi para admin Backpacker Koprol bernama Gilang Aria Seta, yang biasa dipanggil Woi, dan profil singkatnya
telah dituliskan dalam posting di blog Backpacker Koprol dalam judul Semeru, Catatan seorang bodoh atau nekat part.5.

Singkat cerita, hari itu sampailah kami di Banten Lama yang sangat ramai dengan pengunjung. Kira-kira jam 11 siang dan matahari terasa begitu panas menyengat. Obyek wisata Banten Lama terletak Kecamatan Kasemen, Serang, Banten. Setelah membayar sejumlah uang administrasi untuk ijin memasukin kawasan wisata sejarah Banten Lama, kami berjalan di jalan yang lumayan sempit hanya selebar kira-kira 1.5 meter dan penuh dengan pedagang di kanan dan kirinya. Suasananya lebih mirip dengan pasar dengan bermacam barang souvenir yang dijual, juga makanan dan buah khas Banten yang cocok untuk oleh-oleh.

Seteleh berjalan sejauh kurang lebih 300 meter akhirnya kami sampai ke Museum Situs Kepurbakalaan Banten. Hanya dengan membayar sebesar Rp1.000,- per orang kami masuk ke dalam museum dan di pandu langsung oleh sukarelawan pengelola museum, Bapak Slamet. Dari penjelasan singkat oleh Bapak Slamet, kami mengetahui setidaknya sedikit dari sejarah kejayaan Banten Lama pada abad 16. Masa kerajaan Banten Girang yang bernuansa islami. Suasana di dalam museum sama seperti kebanyakan museum di Indonesia, disana bibsa dilihat banyak benda purbakala seperti alat pertanian, uang, keramik dan gerabah, patung, dan juga berbagai petan dan miniatur kerajaan.

Sebenarnya ada banyak tempat-tempat yang bisa dijelajahi dalam wisata sejarah Banten Lama, akan tetapi karena waktu yang terbatas akhirnya koprol kami di Banten Lama hanya sebatas mengunjungi museum saja. Padahal banyak situs sejarah lain yang menarik seperti:
  • Keraton Kaibon
  • Keraton Surosowan
  • Benteng Spelwijk
  • Masjid Pecinan
  • Masjid Agung
  • Makam Sultan Maulana (anak dari Sunan Gunung Jati)
Cerita tempat-tempat bersejarah tersebut, nanti kita buatkan postingannya tersendiri dengan mangumpulkan dan membaca banyak literatur agar lebih akurat, karena sejarah kejayaan kerajaan Indonesia pasti akan selalu menarik untuk diketahui.
Petugas museum menjelaskan patung sapi peninggalan budaya masyarakat hindu
Setelah selesai mengelilingi museum, kami langsung menuju ke Rumah Dunia untuk bertemu dengan pendiri Rumah Dunia itu sendiri yaitu Gola Gong, penulis banyak buku best seller, salah satunya 'Balada si Roy' yang sebentar lagi akan difilmkan. Rumah Dunia adalah semacam wadah sosial kebudayaan yang bergerak di bidang jurnalistik, sastra, film, musik, teater dan menggambar. Misinya adalah mencerdaskan dan membentuk generasi baru yang kritis di bumi Banten.

Pukul 13.15 siang kami tiba di Rumah Dunia dan bertemu dengan beberapa relawan Rumah Dunia yang ramah-ramah. Kami membicarakan kesamaan hobi traveling, ternyata beberapa dari relawan Rumah Dunia juga membentuk komunitas pencinta alam, dan senang berpetualang, kalau dalam bahasa kita disebut 'koprol' berkeliling Indonesia dan dunia. Senangnya, bertambah pertemanan baru sesama hobi koprol.
Mengabadikan moment pertemuan dengan Gola Gong
Tidak berapa lama kemudian akhirnya kami bertemu dengan Mas Gola Gong, meski sebenarnya pukul 14.00 adalah jadual pelatihan menulis bagi siswa-siswa di Rumah Dunia, tetapi Mas Gola Gong menyempatkan diri untuk mengobrol dengan kami para koprolers. Dari obrolan singkat dengan mas Gola Gong, kami memperolah banyak inspirasi untuk acara-acara yang akan kita selenggarakan dalam jangka waktu beberapa bulan kedepan. Waah.. tak sabar rasanya ingin segera merealisasikan ide-ide acara tersebut.

Lapar melanda, jam makan siang terlewat. Setelah sholat ashar di Rumah Dunia, kami langsung mencari rumah makan yang asik untuk melanjutkan pembicaraan mengenai ide-ide acara kami. Yap! Rumah makan seafood Ibu Entin yang lokasinya ada di jalan raya Serang-Pandeglang dekat dengan pom bensin, kampung Nancang. Kami mengambil tempat di saung yang cukup untuk lesehan kami 8 orang, berbagai menu yang fresh begitu kami datang langsung dihidangkan dalam waktu 5 menit. Cumi-cumi, udang, ikan patin ukuran sedang dan daging sapi, semua menu barbecue, ditambah makanan pembuka khas Banten, yaitu otak-otak ikan dengan sambal kacang. Sedap...! Sore yang diwarnai dengan hujan tidak terlalu lebat, suasana makan yang akrab diwarnai diskusi penuh semangat. Semoga selalu kompak Backpacker Koprol.

Foto-foto oleh Randu Mulia

0 komentar:

Posting Komentar