WHAT'S NEW?
Loading...

Alasan Berwisata ke Krakatau

Tepat pada weekend pertama bulan Desember 2012, Backpacker Koprol akan mengadakan trip ke Gunung Anak Krakatau. Sejak trip ini di publikasikan melaui facebook dengan judul "Meraba Gunung Anak Krakatau", banyak peserta yang antusias ingin mengikuti trip ini, mungkin karena mereka sudah mengetahui sebelumnya keindahan dan daya tarik wisata Krakatau. Akan tetapi tak jarang pula yang menanyakan kepada saya tentang aman atau tidaknya berwisata di sana, yang nota bene Krakatau adalah gunung berapi aktif. dengan adanya pertanyaan penuh kekhawatiran tersebut saya tertarik untuk mencari tahu, mengapa jumlah wisatawan yang datang ke krakatau tidak pernah surut dan justru semakin bertambah? Berikut adalah tiga hal yang dapat kita jadikan alasan mengapa kita berlibur ke Krakatau. 

HIKING
Aktivitas mendaki gunung berpasir
Gunung Anak Krakatau atau disebut juga Rakata adalah sisa dari letusan gunung krakatau yang memberikan tantangan dalam mendaki dengan trek yang berpasir berwarna hitam legam. Gunung Anak Krakatau ini terus membesar dengan adanya dorongan vulkanik dari perut bumi. Ketinggian gunung Anak Krakatau saat ini adalah 230 mdpl, dan terus tumbuh tinggi dengan laju 7-9 meter per tahun. Meskipun gunung Anak Krakatau ini tergolong gunung aktif, namun kita tak perlu terlalu khawatir, menurut penelitian para ilmuan dengan menggunakan seismograf, dibutuhkan waktu beberapa
abad lagi untuk terjadi letusan hebat seperti pada tahun 1883.

Dengan bimbingan pemandu, kita dapat mendaki hingga ke puncak melalu jalur yang aman untuk dilalui. Dari atas puncak gunung Anak Krakatau ini kita dapat menikmati indahnya pemandangan dari mulai indahnya matahari terbit (sunrise), birunya perairan selat sunda serta gugusan pulau-pulau sisa letusan gunung Krakatau, dan cantiknya matahari terbenam (sunset). Jika mendaki di pagi hari dan beruntung, kita juga bisa menyaksikan lumba-lumba berenang di permukaan laut.
Sunrise di gunung Anak Krakatau
Sunset dari puncak Karakatau

SNORKELING
Indonesia memang terkenal dengan dunia bawah lautnya yang indah, dan tidak terkecuali dengan tempat wisata yang akan kita kunjungi, gunung Anak Krakatau yang letaknya di selat Sunda. Dan karena keindahan alam bawah lau tersebut kemudian mengundang banyak wisatawan untuk menikmati keindahannya dengan kegiatan menyelam ke dasar laut (diving) atau menyelam dangkal (snorkeling).
Snorkeling di pulau Umang-umang
Akan tetapi karena untuk bisa diving kita memerlukan lisensi dengan biaya yang cukup mahal, maka kegiatan ini hanya bisa diikuti oleh orang-orang yang berkantong tebal, sementara untuk sorkeling kita hanya membutuhkan pelampung (untuk yang tidak bisa berenang), kaki katak, kaca mata renang dan alat bantu nafas. Bagi yang tidak memiliki peralatan tersebut, tidak perlu khawatir, karena seiring dengan populernya kegiatan snorkeling ini, maka banyak yang kemudian menyewakan alat-alat tersebut.

Spot snorkeling terbaik di sekitar gunung Anak Krakatau adalah di pulau Lagoon Cabe, pulau Sebuku dan pulau Umang-umang, dengan kedalaman sekitar 2-6 meter, kita bisa menikmati pemandangan alami bawah laut yaitu ikan-ikan cantik berbagai warna yang berenang diantara berbagai bentuk terumbu karang, dan jika beruntung kita bisa melihat ikan badut seperti yang ada di film 'Finding Nemo'.

PULAU-PULAU CANTIK
Seperti kita ketahui bahwa gunung Anak Krakatu terletak di selat Sunda, yaitu perairan yang memisahkan daratan pulau jawa dan Sumatra, maka untuk menuju ke kawasan gunung Anak Krakatau bisa dijangkau melalui pantai Anyer atau pantai Carita dan melalui pantai provinsi paling selatan pulau Sumatra yaitu Lampung. Sejauh yang saya tahu saat ini lebih banyak wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan gunung Anak Krakatau melalui jalur Lampung. Di kabupaten Lampung Selatan, wisata ke gunung Anak Krakatau dikelola oleh Krakatoa Nirvana Resort, atau bisa juga dengan menyewa kapal dari dermaga Canti.
Pemandangan laut dari homestay di pulau Sebesi
Menjelang merapat di pulau sebuku
Dengan menggunakan boat, dalam waktu 2 hari 1 malam merupakan waktu yang cukup untuk bisa mengelilingi kawasan gunung Anak Krakatau, dan pulau sebesi adalah pilihan tempat menginap dengan fasilitas homestay dan memiliki pemandangan yang indah. Dalam perjalanan laut dari dermaga menuju kawasan gunung Anak Krakatau mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang super indah. Pulau terdekat dari dermaga Canti adalah pulau Sebuku dengan jarak tempuh kira-kira selama 2 jam. Melihat birunya langit dan air laut berwarna hijau tosca jernih akan membuat kita betah berlama-lama di pulau Sebuku yang merupakan pulau yang tidak berpenghuni, hanya ada hutan yang dikelilingin dengan pantai berpasir putih.

Pulau lain yang masuk dalam daftar wajib pulau untuk dikunjungi adalah pulau Umang-umang dan pulau Lagoon Cabe. Pulau-pulau dengan pantai yang juga berpasir putih, dan terdapat batu-batu granit seperti di Belitong, benar-benar layak untuk dikunjungi. Jadi, masih takut untuk berwisata ke Krakatau?
Pantai dengan bebatuan granit
Kepiting yang malu-malu bersembunyi
Foto-foto by Herry Kurniawan

1 komentar: Leave Your Comments