WHAT'S NEW?
Loading...

Semeru, Catatan Seorang Nekat atau Bodoh Part.2

Angkot & Jeep yang menakjubkan

Perjalanan hebat Mahameru dimulai dari Bandung pada hari Selasa, 28 agustus 2012, menggunakan Kereta Malabar express bersama seorang teman. Seharusnya kami berangkat bertiga, namun salah satu dari kami tertinggal di stasiun karena tak mampu mengejar kereta yang berangkat sesuai jadual, dan terpaksa menyusul kami melalui jalur udara meski dengan susah payah berjuang mendapatkan tiket pesawat. Hal ini dilakukannya demi impian mencapai puncak Mahameru dan juga karena sudah terlanjur mengajukan cuti panjang untuk pendakian ini. Tak banyak yang bisa diceritakan di kereta, waktu yang ada saya gunakan untuk istirahat karena stamina yang cukup sangat dibutuhkan untuk perjalanan nanti.

Keesokan harinya pada Rabu, 29 Agustus, kami tiba di stasiun kota Malang pada pukul 09.45 pagi, mundur hampir 3 jam dari jadual yang seharusnya bisa tiba di stasiun kota Malang pukul 07.04 pagi. Sejenak merasakan riuhnya suasana stasiun kota Malang, disesaki orang-orang yang hendak pergi dengan kereta, juga yang sekedar menjemput atau menghantar sanak saudaranya. Sempat beberapa kali melihat orang-orang dengan ransel besar dipunggungnya, entah hendak
pergi mendaki seperti kami, atau justru baru pulang ke rumahnya masing-masing setelah mendaki gunung tinggi di kota lain.

Dikota malang kami bertemu dengan 4 personil lagi. Jadi jumlah kami sekarang ada 7 orang yang hendak berangkat. Setelah packing dan menunggu tibanya 1 personil yang tertinggal, pukul 13.30 kami berangkat menuju pasar tumpang. Dan saat itu kami berangkat bersama lima orang rombongan dari lampung. Awalnya tidak terbayang, 12 orang naik angkot menuju pasar tumpang. Saya pikir “emangnya cukup?”.Tapi ternyata supir angkot yang nampaknya cukup berpengalaman mengantar pendaki ini menepis semua keraguan. Semua carrier pendaki ditaruh diatas kap mobil, diikat menjadi satu, jadi satu carrier pun tidak akan jatuh (semoga). Pukul 14.00 kami tiba dipasar tumpang.

Suasana saat itu cukup sepi, hanya beberapa mobil dan motor yang berlalu-lalang. Sebelum perjalanan berlanjut, kami harus mencari kendaraan semacam jeep atau mobil-mobil dengan penggerak 4WD. Selain mobil-mobil 4WD, mobil biasa tidak akan sanggup. Karena medannya yg cukup berat. Jika ada yang bertanya tentang apakah itu 4WD? 4wd itu singkatan dari four wheel drive, mobil dengan penggerak empat roda, jika mobil biasa yang menggerakkan hanya dua roda, yang depan atau belakang, sedangkan mobil 4wd depan belakang sama-sama digerakkan oleh mesin. Dan untunglah salah satu personil, yaitu mas toton, yang memang orang malang, dan pernah beberapa kali naik ke semeru, mempunyai kenalan yang punya mobil jeep ini. Sempat bernegosiasi masalah harga dan mobil yang hendak digunakan kemudian ada juga yang masih mengurus surat-surat kesehatan, sementara saya sempatkan untuk membeli  logistik.


Jeep yang digunakan siap-siap berangkat menuju ranupani

Setelah tawar menawar harga dan semua carrier diangkut beserta perbekalan yang lain, kami berangkat pukul 15.30 dari pasar Tumpang, yang menarik adalah ada 15 orang yang menaiki jeep berdesak-desakan, kami bertujuh ditambah dengan rombongan dari lampung lima orang dan dari jogja 3 orang, semua carrier disimpan diatas kap, dan semua orang berdiri karena tidak cukup ruang untuk duduk. Seolah napak tilas novel 5 cm, saya coba mencocokan apa yang diceritakan dalam novel dan apa yang terjadi di lapangan. Suasana pun kurang lebih sama, angin sore menerpa kami. Wajah-wajah penduduk seperti terheran-heran melihat kami, anak-anak kecil yang bermain sore itu ada yang melambaikan tangannya, seperti mendoakan “hati-hati yoo mas!”, saya cuma bisa tersenyum.Jeep maju perlahan dan mulai menanjak. Keluar dari jalan aspal kami masuk ke jalan coran. Saya tertegun melihat samping kanan dan kiri saya jurang.Jeep berguncang hebat saat melalui jalan yang tidak rata dan berbatu, kondisi jalan yang berdebu memaksa saya menggunakan kafayeh untuk menutup hidung.

Setelah satu jam berjalan, saya ditakjubkan dengan pemandangan yang luar biasa, karya nyata dari sang pemilik alam semesta. Bukit-bukit yang membentang, kemudianbentangan padang pasir yang cukup luas tampak tenang. Matahari sore masih menerangi kami, menerangi sebagian punggung bukit itu, sehingga tampak terbagi antara terang dan gelap, tampak juga awan-awan berarak dari atas bukit tak henti membuat kami berdecak kagum.Semeru memang penuh kejutan.Kemudian sang supir pun menghentikan laju jeep. Seperti yang sudah paham betul kami akan memotret keindahan alam itu dan juga memberi kami waktu sejenak untuk sedikit beristirahat.Kami akhirnya turun dari jeep, dan berfoto-foto sejenak.

track ke bromo

0 komentar:

Posting Komentar