WHAT'S NEW?
Loading...

Sejarah dan Pendakian Gunung Pulosari - Banten


 PECINTA ALAM ITU :
Tidak mengambil apapun, kecuali mengambil foto...
Tidak meninggalkan apapun, kecuali meninggalkan jejak... 
Tidak membunuh apapun, kecuali membunuh waktu... 
Tidak mengalahkan siapapun, kecuali mengalahkan ego...

By: Randu Mulia - BackPackerKoprol

Kata-kata diatas itu ditulis beberapa hari lalu oleh salah satu dari tim back packer koprol yang jago fotografi, dan siapa yang tidak setuju? berarti dia bukan pecinta alam sejati tentunya. Saya sebagai penulis posting ini, ingin menambahkan satu kalimat lagi yaitu; "Tidak membawa oleh-oleh apapun, kecuali cerita racun..." hehehe... kali ini saya sebagai penulis ingin berbagi cerita pengalaman saya saat mendaki Gunung Pulosari dengan keindahan Air Terjun (curug), Kawah Belerang dan Pemandangan indah dari puncaknya.

Siapa yang belum tau Gunung Pulosari dengan ketinggian 1.346 M, atau setara dengan 4.416 kaki. yuk... kenal lebih jauh. Gunung Pulosari terletak di kabupaten Pandeglang - Banten, dengan titik koordinat 6.342oLS - 105.975oBT. Gunung ini tergolong dalam jenis gunung berapi (stratovolcano), tetapi sejauh yang saya tau gunung ini tidak terlalu berbahaya dan tidak diketahui apakah gunung ini pernah meletus atau tidak.

Gunung Pulosari menjadi tempat favorit saat weekend bagi masyarakat Banten yang menyukai petualangan, termasuk saya. Akan tetapi memang keberadaan gunung Pulosari yang sebenarnya menyimpan keindahan dan cerita sejarah kerajaan banten kurang terkenal atau kurang populer di nusantara. Naah.. bagi yang ingin tau rute perjalanan menuju lokasi pendakian
nanti akan ditulis dalam posting tersendiri ya...





Gunung Pulosari konon adalah tempat keramat bagi kerajaan Banten pada masanya,
yaitu tempat persembahan dan pemujaan kerajaan Banten Girang, untuk cerita lengkapnya bisa baca sendiri di wikipedia deh, karena konsen kita di blog ini adalah menyebar 'racun'.....!!! jadii yuk langsung kita intip ada apa aja sih di Gunung Pulosari.

1. Curug Putri (Air Terjun)
Curug yang berasal dari bahasa sunda yang artinya air terjun, curug ini dinamakan curug putri karena konon katanya curug ini dijadikan tempat bermandi para putri atau bidadari dari kayangan. Yaa.. terlepas dari benar atau tidaknya cerita itu, saya yang pernah satu kali mendaki gunung Pulosari, serasa menemukan surga saat berhasil mencapai titik dimana terdapat air terjun ini. Setelah lelah perjalanan dan harus berhemat air minum, disinilah tempat sebebas-bebasnya meminum langsung air yang masih jernih asli pegunungan dan mengisi ulang botol-botol minum. Melepas lelah sambil bermain air, asiiknyaa.. tapi hati-hati dengan lintah ya, jadi tipsnya..., jangan lupa bawa tembakau kalau-kalau ada lintah menempel dan menghisap darah dari badan kita.


2. Kawah Ratu (Belerang)
Kira-kira 15-30 menit dari curug putri, kita akan sampai di kawah ratu, disana bisa kita lihat beberapa kawah dengan asap mengepul dan menyebarkan bau khas belerang. Jika para koprolers mulai mendaki saat sore hari bisa bermalam di sekitar kawah, bisa dibilang di sekitar kawah ini adalah tempat favorit untuk mandirikan tenda dan beristirahat sebelum melanjutkan pendakian ke puncak. Hal yang paling tidak bisa saya lupakan di sekitar kawah ini adalah, masak! Saya dan teman-teman sengaja membawa bahan makanan mentah seperti mie instant, supaya bisa memasak mi dengan merendamnya kedalam kawah. Caranya, masukan mie dan air bersih kedalam kantong plastik dan ikat dengan kencang jangan sampai bocor, beri tali dan ikatkan dengan kayu lalu masukan kedalam kawah seperti memancing. Saya dan teman-teman juga suka merebus telur, atau memanaskan air untuk membuat kopi atau teh. Pasti seru... kalau tidak percaya silakan datang dan coba sendiri serunya memasak di kawah belerang.
 pulosarikawah.jpg
Terlihat beberapa asap menyambul dari kawah Ratu.

3. Puncak View
Dan inilah saatnya untuk bilang "Woowww...." jangan lupa sambil koprol yaa... Puncak! itulah tujuan dari pendakian para koprolers. Banyak sekali makna dari tujuan mendaki gunung, dan itu berbeda-beda dari setiap orang. Tetapi kalau buat saya, makna filosofinya adalah; "Bahwa setinggi apapun impian dan cita-cita kita, selama kita tidak menyarah dan terus berusaha, kita pasti bisa meraihnya". Ups, dari puncak gunung inilah kita bisa melihat betapa indahnya alam, dan membuat kita lebih bersyukur dan mengakui kebesaran Sang Pencipta. By the way, tahun 2004 lalu saya mandaki gunung Pulosari belum punya kamera pribadi, jadi foto-foto racun dari puncak view ini saya ambil dari situs detik travel.

Panorama dari puncak gunung Pulosari
Sunrise view dari puncak gunung Pulosari
Sunset view di puncak gunung Pulosari
4. Pohon-pohon Tropis
Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memiliki banyak hutan tropis yang menjadi tumpuan dunia, pohon-pohonnya yang menyejukan, akar-akar yang kuat dengan batang pohonnya yang tinggi dan daun-daunnya yang hijau. Coba sekarang bayangkan kita berada disana, dengan suara-suara binatang kecil seperti serangga atau burung-burung bersahutan, udaranya sejuk jauh dari polusi. Tidak hanya pepohonan yang hidup saja yang menjadi daya tarik, coba lihat fotonya... Akar-akar pohon tumbang pun bisa terlihat cantik dan menjadi objek foto. Selalu narsis yaa.. seperti salah satu teman saya yang mendaki gunung Pulosari 2 bulan lalu ini.
Yups... itu tadi sekelumit tentang gunung Pulosari yang saya pernah sambangi 8 tahun lalu, saya berencana mengajak teman-teman tim Back Packer Koprol untuk mendaki gunung Pulosari, dan... pasti akan kami share lagi cerita perjalanan kesana. Salam Koprol.

14 komentar: Leave Your Comments

  1. wah boleh dicoba nih. bisalah kapan-kapan kita kesana. nginepnya dirumah mbak nurul :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hoo.. Siaapp... dengan senang hati cint.. ;)

      Hapus
  2. mba..yg itu bukan tulisan gw..gw ngutip dari sbuah situs..tapi lupa lagi dari mana..T___T

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayaahh... hahahaha, kalo gitu nanti edit postingannya aja :P *unknown quote*

      Hapus
  3. Boleh copas postingannya gak? buat ngajak temen2 explore kesana?
    hehe,,, boleh ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakeuunn... jangan lupa cantumin link sumber artikel yaa ;)

      Hapus
    2. Silakeuunn... jangan lupa cantumin link sumber artikel yaa ;)

      Hapus
  4. waahh..itu foto d ambil kapan mba??
    skrg kawah nya dah tmbh luas akibat longsorang yg sering terjadi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. foto-foto puncak dambil dari detik travel. kalo foto kawah dan yang akar pohon tumbang itu diambil bulan September 2012. Waah, makin sempit dong ya area kempingnya kalo kawahnya meluas.

      Hapus
  5. Salam kenal mbak.
    Lain kali saya boleh ikutan gak?

    BalasHapus
  6. dapetnya sepaket ya ^^ gunung sama air terjun. abis capek naik, bisa seger - segeran di air terjunnya :D

    BalasHapus
  7. Ane baru tau ada gunung berapi di daerah Banten -,-

    BalasHapus
  8. Assalamu'alaikum.
    Salam kenal buat semua ...

    Saya Rencana Sabtu ini Mau Ke Pulosari juga.
    Yg mau ikut/ kenalan dateng ajja :D
    Jhaahaaha

    Saya dari WAPALAPA SMK PGRI 1 SERANG
    Berangkat Hari Sabtu, 22 Agustus 2015

    #Salam petualang !!

    BalasHapus
  9. Waw bagus banget kya nya klw ikut naek seru kali ya

    BalasHapus