WHAT'S NEW?
Loading...

Catatan Pendek Berlibur Ke Pulau Dewata, Bali


 Hohoo, this is my 1st trip to Bali!!” 

Sebuah acara liburan bersama keluarga (ayah, ibu, dan adik) sekaligus berkunjung ke kampung halaman ibu. Perjalanan dengan menggunakan kapal udara untuk sampai di Ngurah Rai International Airport ini memakan waktu 2 jam.

Sesampainya di Bali, sejujurnya saya tidak banyak merasakan hal yang berbeda (yah, wajah orang kami kan gitu-gitu aja ya :p) tapi memang yang namanya turis lokal maupun asing di Pulau Dewata ini banyak sekali. Dari airport, kami diantar ke hotel buat unpacking barang dan menunggu dijemput oleh saudara yang tinggal di Bali.

Di hari pertama ini, tempat pertama yang kami kunjungi adalah . . Tanah Lot!!

Tanah Lot
 Menurut saya, ini tempat terindah di Bali so far!!! (Kan belum muterin ke seluruh Bali juga, dan berhubung waktu untuk jalan-jalannya kurang banyak, heu.. ) Lucky, kami datang saat kondisi cuacanya cerah (nyerempet panas), karena menurut orang-orang sekitar, sebelumnya di sini hujan mengguyur deras.

Tanah Lot itu tempat wisata di pinggir pantai. Situs wisatanya berupa pura di bebatuan-bebatuan alam yang sudah terbentuk ribuan tahun yang lalu, jurang-jurang batu. Foto yang saya ambil ini salah satu dari cliff nya, dia dikelilingin oleh air laut, tapi di dalamnya mengalir air tawar, "Amazing!!"

Karena air laut saat itu sedang surut, saya sempat poto-poto di obyek foto ini, hal yang sulit dilakukan kalau air laut sedang pasang. Dan di sini katanya terdapat banyak banget ular! (walaupun saya sendiri tidak menemukannya).  Satu hal yang perlu diperhatikan, kami dilarang membunuh ular di sini karena hewan tersebut dianggap suci oleh masyarakat setempat. Keren abis pokoknya pemandangan yang ada di sini, sampai-sampai ada juga orang yang foto pre-wed di sini. 

Hari ke Dua, Tujuan hari ini adalah wisata ke Bedugul!

Di Bedugul itu ada pura di tengah danau, dan ada pula kebun rayanya. Tidak banyak kata yang bisa mewakili tempat itu, selain kata “Awesome!!”




Di puncak Kebun Raya Bedugul terasa adem, cuacanya sejuk dan bersahabat. Bentuknya semacam bukit gitu dengan background view danau Bedugul.  Tadinya saya berniat mau berguling-guling di hamparan rumput hijau itu, tapi dilarang oleh ibu saya, haha

Patung Rahwana di Tengah Kebun Raya

Puncak Kebun Raya dengan pemandangan Danau Bedugul

Sore hari, saya dan  berpisah dari orang tua yang ada acara reuni dan melakukan jalan-jalan sore bersama adik (sekitar pukul 6 sore) ke Pantai Kuta. Berharap melihat sunset indah nan apik, ternyata cuaca di sana lagi mendung berawan. 

Pantai Kuta
 Karena no hope akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Legian. Legian itu nama jalan (kalau di Jogja, Malioboro kali ya). Di situ banyak banget kios-kios yang jualan, tapi harganya extremely mahal, harganya bisa 5-8x lipat harga di pasaran (memang target pasarnya turis asing sih). So, kami hanya window shopping saja. Kurang lebih barang-barang yang di jual di sini ada di Pasar Seni Sukawati, berhubung besok ke sana, jadi belanjanya dipending.


Hari ketiga, kami berkunjung ke rumah saudara ibu yang memiliki artshop di daerah Tohpati. Dagangannya spesialis perak. Dan terjadilah adegan yang cukup dramatis. Setelah 30 tahun tidak berjumpa, adegan peluk-pelukan tidak dapat dipelakkan. Sepulangnya kami dari tempat ini, saya dan adik saya dihadiahi oleh-oleh berupa anting-anting dan bracelet.
Perjalanan kami ke Pasar Seni terpaksa harus dibatalkan, acara adat penampahan menyambut hari Raya Kuningan sedang berlangsung, sehingga pasarnya tutup.

Danau Kintamani adalah tempat tujuan kami berikutnya. Tadinya mau ke Trunyan, desa di mana orang Bali asli di sana dan ada kebiasaan khas yang mereka lakukan, yaitu kalau ada orang yang meninggal, jasadnya disimpan begitu saja di bawah pohon cendana sampai itu mayat jadi bangkai dan tersisa tulangnya. Dibiarkan begitu saja? Ya! Dan hebatnya enggak ada bau busuk yang menyebar karena wangi dari cendana yang begitu kuat. Pernah cium wangi cendana seperti apa??

Sorenya kami ke Pantai Sanur, karena matahari sudah terlanjur turun dari singgasananya, kami tidak bisa main canoe, jadi cuma bisa foto-foto di kegelapan malam.

Di hari kelima, hari kepulangan kami, adik saya ingin belanja terlebih dahulu karena di hari-hari sebelumnya, dia tidak mendapatkan barang yang dia cari. Untungnya toko yang kami cari itu buka, karena penjualnya tidak merayakan hari raya kuningan. Seberesnya urusan kami di Bali, terbanglah kami ke Surabaya dengan menggunakan pesawat baling-baling.

Food and Beverages in Bali
Saya tidak banyak membahas hal ini karena jenis makanannya tidak terlalu variatif dan tidak terlalu spesial (karena saya cukup kesulitan mencari makanan berlabel halal). Wisata kuliner yang saya jabani di sini adalah makan di warung nasi khas Jawa (which is overall sweet although it tasted good), makan sate kambing, bebek goreng, makan padang. Sayangnya saya tidak mencoba makan ayam betutu di Bali. Hiks..

Semoga kapan-kapan bisa ke Bali lagi! ^^
 
*Tulisan ini dibuat dari cerita perjalanan teman saya, @prasantee, ketika dia berlibur ke Bali :)


1 komentar: Leave Your Comments

  1. Jadi inget lagu waktu ane msh anak2 gan;
    "Sunggu indah di pulau bali,
    Pulau dewata menawan hati.
    Sayang-sayang waktu ku pulang,
    Teringan slalu di pulau ini"

    Posting racuun nih!

    BalasHapus